Monday, April 6, 2015
Manajemen Kapitalisme Dhiri
Pernah merasakan emosi, merasakan kesel yang teramat besar. Tak hanya sebesar batu, Ini sebesar Bumi. Pun dengan Politik yang belakangan hari berseliweran di atas kepala dan seolah menjadikan kita adalah cangkang yang perlu diselimuti. Selimut dalam arti harfiah adalah sengaja menutup dingin dhiri, tetapi ini lain kita dipaksa dengan kelembutan bahwa politik adalah kehidupan kita. politik adalah area nyaman untuk kita nikmati hawanya, walaupun kita tahu politik bukanlah kita, Dan KITA BUKANLAH POLITIK.
Hadeuhh kok gini sih, politik bisa membuat kita kaya, kaya secara materi dan pemujaan, tetapi memiskinkan kenyamanan dan ketenangan hati. Kapitalisme Dhiri begitu kuat merongrong kita akan haus dengan pelbagai pemujaan, beragam teori yang dirunut dari beragam bacaan teori, buku-buku menumpuk, tetapi teori orang, teori laku dari orang lain. INGATLAH LAKU SESEORANG bukanlah laku kita. you agree? whhahaha
Meminimalkan suara, menahan sedikit emosi, membendung ego dhiri agar tak menjadi orang kebanyakan. Bukankah kita dilahirkan berbeda dengan orang lain, kita boleh kok tak sama dengan orang lain. Hati kita yang bicara dan bersuara bukan meminjam hati orang lain....
ngopi sik, kawan, hidup hanya persinggahan bukanlah tujuan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Palemboko, tempat nyaman penuh pesona
Tak ada habisnya, tempat yang nyaman selalu dicari. Waktu luang, dipergunakan untuk mencari hiburan, menenangkan pikiran, kenyamanan dan me...
-
Kenapa kita tiba-tiba selalu meributkan sesuatu hal. Apakah sebab kita memang setiap hari merasa lebih pandai, lebih berpengetahuan, l...
-
Tak ada habisnya, tempat yang nyaman selalu dicari. Waktu luang, dipergunakan untuk mencari hiburan, menenangkan pikiran, kenyamanan dan me...
-
Mula pertama di Jakarta (dulu) adalah tentang keheranan saya dengan penamaan martabak, iya Martabak. Makanan dari bahan dasar terigu itu mem...
No comments:
Post a Comment